Abstract
Antara tahun 1870 sampai 1940 Lombok berubah dari salah satu negeri Indonesia pra-kolonial yang kuat menjadi suatu wilayah Hindia Belanda yang hampir terlupakan. Buku ini mengevaluasi Pemerintahan Bali dalam dekade terakhir abad 19 dan menjelaskan penaklukan oleh Belanda tahun 1894. Tampak bahwa, baik Pemerintahan Bali dan Belanda dalam kaitannya dengan kondisi sosial-ekonomi penduduk asli Sasak. Dr Alfons can der Kraan membantah bahwa para petani Sasak telah menjadi pecundang besar sejarah. Ditaklukkan oleh orang-orang Bali, dikhianti oleh pimpinan aristokrat mereka sendiri dan sekali lagi ditaklukkan oleh Belanda, para petani terus menjadi korban ekploitasi dan tertindas.
| Translated title of the contribution | Lombok: Conquest, Colonization and Underdevelopment, 1870-1940 |
|---|---|
| Original language | Indonesian |
| Place of Publication | Mataram, Indonesia |
| Publisher | Lengge Printika |
| Number of pages | 277 |
| Edition | 1 |
| ISBN (Print) | 9789793544038 |
| Publication status | Published - 2009 |
Keywords
- Asian History
- Economic History
Fingerprint
Dive into the research topics of 'Lombok: Conquest, Colonization and Underdevelopment, 1870-1940: Penaklukan, Penjajahan dan Keterbelakangan, 1870-1940'. Together they form a unique fingerprint.Cite this
- APA
- Author
- BIBTEX
- Harvard
- Standard
- RIS
- Vancouver